Earth
by. Agnes Jessica
Meyvioline terkurung dalam rumah sebuah keluarga yang tidak ia kenal, secara tak sengaja, kesialan yang hanya satu banding sejuta, dan kemungkinan besar kebetulan. Tapi belakangan ia tahu bahwa semua itu bukanlah kebetulan.
Ada sebuah tangan penuh kuasa yang tidak kelihatan yang melakukan itu. Garnet, rapper terkenal seantero Indonesia, tak pernah mau diatur walau oleh orang tuanya sekalipun, kali ini terpaksa mengais-ngais tembok untuk sebuah jalan keluar dari kamarnya sendiri, seperti seorang terhukum dalam penjara.
Mereka berdua terpaksa bekerja sama. Terpaksa, catat itu. Karena Mey tidak akan mau melakukannya sekali lagi untuk seribu tahun ke depan. Akhirnya mereka menyadari, ada sebuah kuasa di luar bukit yang mengendalikan bumi ini. Bahkan mengendalikan hidup mereka, walaupun mereka memiliki kehendak bebas untuk memilih. Segala sesuatu yang sudah ditetapkan untuk terjadi di bumi ini, harus terjadi.
Hmm.. Ini pertama kalinya saya baca buku dari Agnes Jessica. Tertarik membacanya karena cover dan sinopsisnya yang oke. Dari sinopsisnya tuh seakan-akan buku ini akan penuh konflik dan misteri. Ternyata saya salah
Konfliknya berkisah seputar Garnet mencintai Meyvioline tapi Meyvioline mencintai Lintang, lalu kegundahan hati Meyvioline. Tiga tokoh yang banyak diceritakan dalam kisah ini, walaupun pada akhirnya Meyvioline membalas cinta garnet. Sampai disini saya kira cerita selesai dan garnet serta meyvioline akan hidup bersama bahagia selamanya, tapi ternyata enggak. Ada konflik baru lagi yang menggangu hubungan mereka. Hehehe udah ketebak sebenernya sih bakal ada konflik lagi, soalnya jumlah halaman sisanya masih banyak
Menurut saya, buku ini sinetron banget. Pernah nonton sinetron Tersanjung yang sekuel nya sampai Tersanjung V, atau Cinta Fitri yang kalau gak salah sampai session 7 ?? nah.. buku ini ya kayak gitu. Ceritanya mbulet. Beres satu konflik lalu timbul konflik lainnya.. super duper sinetron. Mungkin kalau tidak dibatasi jumlah halaman, cerita ini bisa berlanjut terus dan terus
Tapi sayangnya, penulis tidak berani untuk membuat ending yang di luar perkiraan pembaca, jadi walau sudah muter-muter kemana-mana tetap saja akhir ceritanya sama seperti yang kita bayangkan. Padahal kalau saja ending nya berbeda, mungkin bakal ada sedikit kejutan dalam buku ini selain kejutan kalau isi buku ini tidak se oke synopsis nya
Biasanya ya, saya mudah sekali terpengaruh dengan jalan cerita sebuah novel roman. Jika sang tokoh utama sedih, galau atau bahagia pasti saya bisa merasakannya. Tapi di buku ini, dari sekian banyak konflik, saya sama sekali gak merasakan perubahan emosi apa-apa. Datar saja dari awal sampai akhir. Maaf kak agnes Jessica, tapi menurut saya buku ini membosankan. Buku ini tidak bisa membuat saya tenggelam ke dalamnya, buku ini gak ada magnet nya. Saya cuma bisa memberi dua bintang dari lima bintang yang saya punya.
Tapi apa yang saya rasakan, belum tentu orang lain rasakan, mungkin buku ini memang bukan selera saya, tapi siapa tau kalian suka ketika membacanya. siapa yang tahu
Rate : 2/5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar